Film Pelangi di Mars adalah proyek ambisius baru dari sutradara Upie Guava yang bakal membawa cerita keluarga dan sains ke planet lain—Mars. Kalau kamu suka film fantasi atau sci-fi Indonesia, film ini wajib masuk list tontonanmu karena visualnya gila dan ceritanya cukup dalam buat jadi bahan ngobrol.

Kenapa film ini worth banget dibahas

Upie Guava selama ini dikenal lewat video klip dan karya yang punya gaya visual kuat. Kini ia naik level: film fiksi ilmiah dengan skala produksi yang belum sering kita lihat di dunia film Indonesia. Menurut artikel dari Hypeabis, ia benar-benar eksperimen teknis: XR, Unreal Engine, motion capture, semuanya digabung demi film ini. Bahkan Times Indonesia melaporkan proses pembuatan Pelangi di Mars dengan teknologi yang mirip video game—yang bikin latar Mars dibangun seperti “map” gim. Maka dari situ: film ini bukan cuma janji visual keren, tapi juga bukti bahwa perfilman kita bisa mulai ngikutin level produksi global.

Ceritanya apa sih? Siapa Pelangi?

Jadi, filmnya punya latar masa depan: tahun 2090 atau 2100 (tergantung sumber) di planet Mars. Kita akan ikut tokoh utama bernama Pelangi—anak manusia pertama yang lahir di Mars. Dia tumbuh bersama robot-robot cerdas dan menjalankan misi besar: cari mineral spesial demi selamatkan Bumi. Kombinasi petualangan, drama keluarga, dan elemen sains bikin cerita ini terasa fresh—tidak sekadar “aksi di Mars”, tapi ada beban emosional juga.

Teknis produksi yang bikin film ini beda

Sesuai laporan, tim produksi menggunakan pendekatan hybrid: tidak hanya live-action biasa, tetapi juga animasi 3D, XR, dan teknologi permainan (game) untuk bangun dunia Mars. Upie Guava bilang bahwa latar di Mars dibikin seperti peta di game Fortnite/Roblox/GTA: gedung-gedung dibangun digital lalu diproyeksikan ke layar LED agar aktor bisa syuting seolah berada di planet lain. Ini artinya: film film pelangi di mars bakal punya visual yang jauh lebih matang dibanding adaptasi lokal biasa—dan itu jadi nilai jual kuat.

Siapa aja yang terlibat?

Produksinya dari Mahakarya Pictures, yang sebelumnya sudah punya beberapa film dan sekarang sedang menggarap film ke-6 mereka yaitu Pelangi di Mars. Pemeran yang disebut antara lain: Messi Gusti sebagai Pelangi, Lutesha, Rio Dewanto, Myesha Lin Adeeva, Livy Renata. Mereka dipilih agar punya kombinasi akting yang kuat untuk cerita dengan skala besar ini.

Tantangan dan peluang dari proyek ini

Biar film ini sukses, banyak tantangan yang harus dilewati. Teknologi hybrid itu satu hal, tapi memastikan cerita tetap kuat adalah hal lain. Kritik terhadap produksi lokal sering soal VFX yang kurang rapi atau cerita yang terlalu sederhana—untuk film pelangi di mars, timnya sadar akan hal ini dan merekrut teknologi & tenaga kerja yang lebih advance. Di sisi lain, peluangnya besar: jika berhasil, film ini bisa jadi pembuka untuk banyak film sci-fi kualitas tinggi dari Indonesia dan memperkaya daftar IP lokal yang layak diperhatikan.

Kenapa kita harus nonton?

Kalau kamu pikir film Indonesia cuma drama keluarga atau horor, Pelangi di Mars bakal nge-shatter stereotip itu. Film ini mencoba masuk ke genre yang lebih luas—kombinasi keluarga + sci-fi + petualangan—yang bisa dinikmati semua umur. Dengan pendekatan teknis yang modern dan cerita yang punya hati, dia bisa jadi salah satu film lokal “besar” yang kita tunggu.

Tips nonton supaya makin enjoy

Pas filmnya rilis, cobalah perhatiin:

  • Bagaimana interaksi manusia dan robotnya terasa (karakter blend-in atau malah janggal)
  • Latar Mars-nya: apakah terasa konsisten dengan dunia fiksi ilmiah (atau malah kayak set film murah)
  • Kisah Pelangi dan misi­-nya: apakah cukup bikin kita peduli atau hanya aksi doang
    Kalau kamu suka gim atau sci-fi, juga perhatikan detail “game-like” yang disebut tim produksi: itu bagian yang menarik dari Pelangi di Mars.

Kesimpulan: film yang patut ditunggu

Singkatnya, Pelangi di Mars bukan cuma film baru—ini bisa jadi titik balik buat film Indonesia. Dengan visi besar dari Upie Guava, teknologi kelas atas, dan cerita yang punya potensi jangkauan luas—film ini layak mendapatkan spotlight. Buat kamu yang suka film fantasi, sci-fi atau sekadar pengen lihat film lokal yang beda: jangan lewatkan. Cek terus update di bagian berita film untuk informasi terbaru soal rilisan ini.

Jadi menurut kamu: aspek mana yang paling kamu tunggu dari Pelangi di Mars—visual futuristiknya, robot-nya, cerita Pelangi atau kombinasi semuanya? Tulis aja di kolom komentar ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *