Industri perfilman Indonesia terus berkembang pesat setiap tahun. Banyak film lokal kini tembus jutaan penonton bioskop[1], sehingga kebutuhan tenaga profesional perfilman juga meningkat. Bagi calon mahasiswa jurusan film, memilih kampus terbaik adalah langkah pertama dalam mewujudkan impian berkarya. Berbagai sumber menyebut sejumlah institusi unggul yang menyediakan program studi Film dan Televisi terakreditasi[2][3]. Menurut peringkat EduRank 2025, misalnya, Universitas Bina Nusantara (BINUS) dan Universitas Indonesia menempati peringkat teratas untuk jurusan perfilman di Indonesia[4][5]. Selain itu, situs edukasi dan media independen seperti IDN Times dan Sindonews mengulas berbagai kampus dengan jurusan perfilman terbaik[6][7]. Untuk memperdalam pengetahuan film, jangan lupa belajar directing lebih dalam di tetradicinema agar wawasan menyutradarai Anda makin luas.
1. Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Jakarta
IKJ adalah perguruan tinggi seni tertua di Jakarta yang sangat terkenal di dunia perfilman Indonesia. Fakultas Film dan Televisi IKJ mendidik mahasiswa menjadi sinematografer, penyutradara, dan teknisi produksi kelas dunia. Banyak alumni IKJ menjadi sutradara besar, seperti Hanung Bramantyo, Mira Lesmana, dan Riri Riza[8]. IKJ menekankan kurikulum praktis; mahasiswa belajar manajemen produksi film, penulisan skenario, pengarah kameramen, hingga editing audio-visual[9]. Kampus ini juga terlibat dalam kegiatan festival film dan kemitraan riset perfilman global, meningkatkan expertise dan reputasi internasionalnya. Sebagai pionir di bidang film, IKJ sangat direkomendasikan bagi yang ingin jenjang karir sutradara, produser, atau sineas.
Karena IKJ sangat menekankan tahap pra-produksi, tidak sedikit mahasiswa yang melatih kemampuan breakdown, storyboard, dan shotlist menggunakan Pre-Production Template sebelum terjun ke produksi sebenarnya.
2. Institut Seni Indonesia Yogyakarta (ISI Yogyakarta)
Sebagai salah satu kampus seni terkemuka Indonesia, ISI Yogyakarta memiliki Fakultas Seni Media Rekam yang menyediakan Program Studi Televisi dan Film[10]. ISI Yogyakarta terkenal dengan akreditasi bagus (telah meraih akreditasi B[11]) dan mahasiswa dari berbagai daerah seluruh Indonesia[11]. Di sini Anda mempelajari seluruh aspek produksi film: dari tata kamera, penyutradaraan, penulisan cerita, hingga post-produksi. Suasananya sangat mendukung kreatifitas, karena kultur seni Yogyakarta yang kental dan kolaborasi antar fakultas seni. Banyak alumni ISI Yogyakarta berkarir sebagai sutradara dan pengajar film, menjadikannya kampus yang tepercaya (Trustworthy) dalam membentuk profesional perfilman. Jangan lupa kunjungi situs ulasan film untuk inspirasi Review film untuk kamu pelajari yang dapat melengkapi studi Anda.
Sebelum kamu masuk
3. Institut Seni Indonesia Surakarta (ISI Surakarta)
ISI Surakarta (Solo) adalah cabang ISI lain yang juga unggul di bidang perfilman. Sejak berdiri 1964, kampus ini memiliki Program Studi Film dan Televisi dalam Fakultas Seni Rupa dan Desain[12]. Mahasiswa diajarkan mulai dari teori produksi, kamera, hingga sound design, sehingga lulusan mampu mengisi posisi editor, operator kamera, atau production designer[13]. Situs resmi dan media menyebut bahwa jurusan Perfilman di ISI Surakarta terakreditasi nasional (divisi Televisi & Film terdaftar di BAN-PT)[2]. Keunggulan lain, lokasi Solo yang kaya budaya membuat mahasiswa mudah terinspirasi kisah film budaya. Bagi calon sutradara muda, ISI Surakarta menawarkan lingkungan belajar yang kondusif dan reputasi akademik baik.
4. SAE Institute Indonesia (Jakarta)
SAE Institute adalah sekolah film internasional yang berkantor pusat di Australia, dengan cabang di lebih dari 27 negara[14] (dan 50 kampus di 27 negara menurut sumber terbaru[15]). Campus SAE Indonesia di Jakarta Selatan berfokus pada industri media kreatif, termasuk program Diploma Film/TV Production & Management. Kurikulumnya lengkap: mahasiswa diajar teori dasar film, teknik produksi, serta praktikum langsung oleh praktisi film profesional[16]. Menariknya, SAE menawarkan double degree dengan Middlesex University (UK) dan pathway kuliah singkat ke kampus Australia. Jadi mahasiswa bisa mendapatkan gelar internasional dan pengalaman global. Bagi yang mencari suasana pembelajaran ala kampus film dunia, SAE Institute Indonesia wajib dipertimbangkan.
Dalam praktik produksi film yang intens seperti di SAE Institute, pengelolaan jadwal dan kru menjadi krusial, sehingga banyak mahasiswa terbiasa menggunakan sistem kerja seperti Film Production Template untuk menjaga produksi tetap terstruktur.
5. Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang
UMN adalah universitas swasta di Tangerang yang memiliki jurusan Film dan Animasi dalam Fakultas Seni Media[17]. Program ini mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi pembuat film pendek, iklan televisi, serial web, dokumenter, hingga praktisi industri perfilman[17]. Kurikulumnya menggabungkan film dan animasi, sehingga lulusannya punya keahlian multimedia luas. Kampus dilengkapi studio film dan peralatan canggih untuk praktik pembuatan film. UMN juga rutin mengadakan workshop dan pemutaran film internal. Reputasi kampus ini sebagai kreatif pun terjaga: UMN secara umum sering masuk peringkat universitas terbaik oleh media pendidikan. (Baca juga berita terkini perfilman untuk inspirasi dunia film di Indonesia[17].)
Selain memilih kampus yang tepat, mahasiswa film juga perlu membiasakan diri dengan workflow produksi yang rapi sejak awal. Untuk itu, banyak yang mulai melatih sistem kerja mereka menggunakan Film Production Template Bundle sebagai simulasi alur produksi film profesional.
6. Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung
Unpad adalah perguruan tinggi negeri terkemuka di Jawa Barat. Meski bukan kampus seni, Unpad punya Prodi Televisi dan Film di bawah Fakultas Ilmu Komunikasi. Lulusan program ini dibekali wawasan komunikasi media dan teknik produksi film[7]. Fakta menarik: Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad pernah meraih penghargaan “Best Universities School of Communications” versi majalah MIX Marketing[7], menandakan kualitas programnya. Kuliah di Unpad memungkinkan mahasiswa mendapatkan jaringan institusional (karena Unpad tergabung dalam sistem kampus riset besar) dan kesempatan ikut festival film kampus tingkat nasional. Dengan lokasi di Bandung, mahasiswa juga bisa terlibat proyek film independen di komunitas kreatif sekitar kampus.
7. Universitas Bina Nusantara (BINUS), Jakarta
BINUS University tidak sekadar universitas IT, namun juga pionir pendidikan film di kalangan swasta. Jurusan Film BINUS (bagian dari Fakultas Desain) dirancang agar mahasiswanya serius mempelajari seni perfilman[18]. Tahun 2010 BINUS membuka Program Studi Film & Animation yang mendapat akreditasi A BAN-PT[19]. Dalam perkuliahan, mahasiswa belajar mulai dari literasi film dan sejarah perfilman hingga produksi film aktual. Sesuai laporan, mata kuliahnya meliputi Film Literacy, Cinema & Social Studies, World Film History dan teknik editing[19]. Ruang produksi dan laboratorium film BINUS juga memadai. Banyak alumni BINUS berkarir di industri perfilman dan media. Koneksi internasional BINUS (kampus global) juga memberi peluang pertukaran mahasiswa atau kolaborasi film antar negara.
8. Jogja Film Academy (JFA), Yogyakarta
Jogja Film Academy atau Akademi Film Yogyakarta adalah sekolah film swasta yang didirikan sutradara legendaris Garin Nugroho pada 2015[20]. Lokasinya di Yogyakarta, memanfaatkan ekosistem seni kota tersebut. Keunikan JFA adalah pengajar profesional ternama: selain Garin Nugroho sendiri, dosen dan mentor di JFA melibatkan sutradara besar lain seperti Ifa Isfansyah, Kamila Andini, dan Riri Riza[20]. Kurikulum JFA sangat praktik: mahasiswa langsung terlibat pembuatan film pendek, observasi produksi, dan lokakarya intensif. Meskipun bersifat akademi vokasi (bukan universitas), JFA berfokus sepenuhnya pada pembuatan film berkualitas, baik feature film maupun film dokumenter kreatif. Bagi calon mahasiswa yang ingin belajar dari pelaku industri film aktif, JFA adalah pilihan tepat.
9. International Design School (IDS) Jakarta
IDS Jakarta adalah institusi pendidikan kreatif yang mengusung kurikulum British BTEC, termasuk program Digital Film & Content Production[21]. Kampus ini terakreditasi Pearson BTEC Inggris dan bekerja sama dengan universitas internasional. Mahasiswanya mengambil program 2 tahun (Diploma BTEC HND) yang diakui di lebih dari 300 universitas global[21]. IDS menekankan praktik industri: para dosen adalah pelaku industri film (seperti CEO Ideosource Entertainment yang memproduseri film Gundala dan Keluarga Cemara[22]). Kurikulumnya mencakup semua tahapan produksi film dari ide cerita hingga distribusi. Sebagai kampus standar internasional pertama di Indonesia, IDS menawarkan pengalaman unik: lulusan bisa transfer kredit ke luar negeri atau langsung terjun ke industri kreatif.
10. Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung
ISBI Bandung adalah perguruan tinggi seni negeri di Jawa Barat yang sangat fokus pada budaya dan seni kreatif. ISBI memiliki Program Studi Televisi dan Film (DIV Produksi Film & Televisi) di bawah Fakultas Budaya dan Media[23]. Prodi ini bahkan sudah berakreditasi A[24], menjadikannya salah satu jurusan film terbaik. Mahasiswa ISBI Bandung lebih dituntun mengeksplorasi film dengan perspektif kultural; misalnya, banyak tugas akhir berupa film dokumenter yang mengangkat aspek budaya lokal. Kampusnya dibangun khusus untuk seni, sehingga fasilitas seperti studio rekaman, ruang editing, dan perlengkapan layar lebar sangat mendukung pembelajaran. Bagi calon filmmaker yang tertarik menggabungkan seni budaya dengan perfilman, ISBI Bandung menawarkan lingkungan belajar yang kaya inspirasi.
Bagi calon mahasiswa yang baru mulai belajar produksi film, Tetradicinema Freebie Pack sering dijadikan latihan awal untuk memahami dokumen dasar sebelum masuk ke workflow produksi yang lebih kompleks.
Di luar kesepuluh sekolah di atas, masih banyak institusi lain dengan jurusan perfilman terakreditasi. Misalnya Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memiliki program D-IV Film dan Televisi[25], Universitas 45 Surabaya dan Universitas Dinamika menaruh bidang film di kampusnya[26]. Semua pilihan kampus di atas masing-masing punya keunggulan tersendiri – ada yang berfokus pada praktik langsung, ada pula yang mendalam pada teori seni. Calon mahasiswa film sebaiknya memilih kampus yang sesuai minat (misal lebih ke produksi, penulisan skenario, atau apresiasi film) dan cek akreditasi serta fasilitasnya.
Selain itu, jaga terus minat belajar Anda dengan mengikuti perkembangan industri film. Misalnya, rajin Baca berita dunia film lainnya untuk update festival atau teknologi baru. Banyak juga sumber belajar kreatif lain: Pelajari juga cara penyutradaraan David Lynch sebagai inspirasi gaya sutradara unik dunia film. Dengan persiapan matang, studi perfilman di 10 sekolah terbaik ini akan membekali Anda menjadi generasi sineas handal Indonesia.
