Setiap tahun, Google merilis laporan “Year in Search” yang memetakan apa saja topik paling banyak dicari masyarakat di Google — termasuk film. Di tahun 2025, perilaku pencarian pencinta film Indonesia menunjukkan tren tontonan yang beragam: dari animasi, drama keluarga, horor, hingga film laga yang menarik perhatian publik tanah air. Google Indonesia merilis 10 film yang paling banyak dicari sepanjang 2025, dan daftar ini mencerminkan genre film apa yang paling viral dan dibicarakan netizen Indonesia sepanjang tahun.
1. Jumbo – Animasi Indonesia yang Memecah Rekor

Film Jumbo menjadi film yang paling banyak dicari di Google Indonesia sepanjang 2025. Ini bukan saja film animasi biasa — Jumbo mencatat rekor sebagai film animasi Indonesia terlaris sepanjang masa, dan bahkan menjadi salah satu film Indonesia terlaris secara keseluruhan.
Disutradarai oleh Ryan Adriandhy, Jumbo bercerita tentang petualangan seorang anak bernama Don yang berusaha membuktikan dirinya di tengah keraguan lingkungan. Keberhasilan Jumbo menunjukkan bahwa animasi lokal kini bisa bersaing dengan tontonan global, bahkan dinantikan oleh penonton Indonesia.
Selain keberhasilannya di bioskop, Jumbo juga direncanakan akan tayang di platform streaming besar seperti Netflix, menandakan tren distribusi hybrid antara theatrical release dan streaming di era modern.
2. Sore: Istri dari Masa Depan – Drama Sci-Fi yang Menyentuh

Mengisi posisi kedua adalah film drama fiksi ilmiah romantis Sore: Istri dari Masa Depan. Disutradarai oleh Yandy Laurens dan dibintangi Dion Wiyoko serta Sheila Dara Aisha, film ini menggabungkan unsur romansa dengan cerita futuristik.
Kesuksesan film ini di mesin pencarian menunjukkan bahwa penonton Indonesia semakin tertarik pada cerita emosional yang dikemas dengan elemen konsep futuristik dan pikiran filosofis.
3. Komang – Romansa Lintas Agama dan Budaya

Film Komang merupakan adaptasi dari lagu populer karya Raim Laode. Dibintangi oleh Aurora Ribero dan Kiesha Alvaro, film ini mengeksplorasi tema cinta yang berhadapan dengan realitas sosial, termasuk perbedaan keyakinan.
Intinya, pencarian tinggi terhadap Komang menunjukkan publik Indonesia menghargai cerita berakar pada nilai sosial dan hubungan antar manusia, bukan sekadar aksi atau horor.
4. Pangku – Debut Sutradara Reza Rahadian yang Viral

Salah satu film Indonesia yang paling menarik perhatian netizen tahun ini adalah Pangku — yang sekaligus menjadi debut sutradara Reza Rahadian. Film ini mengisahkan perjalanan hidup karakter utama bernama Sartika, yang diperankan oleh Claresta Taufan.
Pangku berhasil masuk daftar pencarian teratas Google Indonesia 2025, menunjukkan bahwa sekarang publik juga sangat penasaran terhadap film drama berkualitas tinggi, tidak hanya film blockbuster atau franchise besar.
5. Pabrik Gula – Horor Supranatural yang Gegerkan Netizen

Horor lokal terus menunjukkan dominasinya. Pabrik Gula, adaptasi film dari thread viral media sosial, menjadi salah satu film yang paling banyak dicari, karena premise seramnya yang berakar pada folklore dan cerita urban.
Film ini ikut memperkuat tren bahwa genre horor masih sangat digemari penonton Indonesia di tahun 2025.
6. Pengepungan di Bukit Duri – Aksi dan Kritik Sosial

Karya sutradara Joko Anwar ini mengombinasikan aksi intens dengan pesan sosial yang kuat: konflik kota, diskriminasi, dan drama naratif. Tidak heran film ini menjadi banyak dibicarakan dan masuk dalam daftar pencarian populer.
7. Perayaan Mati Rasa – Drama Keluarga yang Mengena

Film keluarga yang disutradarai oleh Umay Shahab ini juga mendapat perhatian besar, terutama karena cara bercerita yang membidik dinamika emosi dan hubungan antar generasi.
8. Final Destination: Bloodlines – Franchise Global Masih Menarik

Di antara dominasi film lokal, satu film internasional yang berhasil masuk daftar adalah sekuel horor terkenal Final Destination: Bloodlines. Ini menunjukkan bahwa film Hollywood besar juga tetap punya daya tarik luar biasa di Indonesia.
9. Norma: Antara Mertua dan Menantu – Drama Realistis Indonesia

Film ini diangkat dari kisah nyata dan membahas dinamika rumah tangga yang kompleks—isu yang dekat dengan banyak keluarga Indonesia. Ketika film-film seperti ini dicari secara intens, itu menunjukkan naiknya minat terhadap film yang “berbicara” tentang kehidupan nyata penonton.
10. Qodrat 2 – Horor Religi Berkembang

Sekuel dari film horor religi ini kembali menunjukkan ketertarikan publik terhadap genre yang memadukan elemen supranatural dan spiritual, memberikan pengalaman tontonan yang berbeda dari film horor biasa.
Apa Makna Daftar Ini Bagi Industri Film Indonesia?
Dari daftar film yang paling banyak dicari, kita bisa melihat beberapa tren menarik:
1. Keberagaman Genre
Film animasi (Jumbo), sci-fi (Sore), drama keluarga (Perayaan Mati Rasa), dan horor tetap mendapatkan tempat di hati penonton — ini menandakan selera penonton kini sangat beragam.
2. Film Lokal Tidak Lagi Tersisih
Dominasi film Indonesia di daftar pencarian menunjukkan bahwa penonton tanah air kini bangga mendukung karya lokal.
3. Minat Terhadap Cerita Mendalam
Film seperti Pangku dan Komang mendapat perhatian bukan hanya karena nama besar, tetapi karena cerita emosional yang kuat menarik rasa penasaran penonton.
Belajar dari Tren Ini: Tips untuk Filmmaker
Sebagai pembuat film (baik mahasiswa, pemula, atau praktisi), mempelajari tren pencarian film bisa jadi alat strategis. Gunakan tren ini untuk:
- Riset cerita apa yang dicari penonton
- Bangun narasi yang kuat dengan daya tarik emosional
- Perhatikan genre yang sedang naik daun
Jika Anda level baru ingin memperkuat kemampuan pembuatan film, ada banyak sumber yang bisa membantu. Misalnya jika Anda ingin memperdalam penyutradaraan dan storytelling visual, belajar directing lebih dalam di tetradicinema bisa jadi langkah awal yang bagus.
Selain itu, Anda juga bisa mengeksplor review film untuk kamu pelajari agar memahami kriteria film yang menarik perhatian publik dan kritikus.
Kesimpulan
Daftar film yang paling banyak dicari di Google Indonesia sepanjang 2025 bukan hanya soal popularitas semata — tetapi juga mencerminkan perubahan selera penonton, kekuatan cerita lokal, dan peran film Indonesia di kancah global masa kini.
Mulai dari animasi yang memecah rekor (Jumbo), debut sutradara Reza Rahadian (Pangku), sampai film horor religius (Qodrat 2), semuanya menunjukkan bahwa penonton Indonesia semakin cerdas, kritis, dan terbuka terhadap beragam genre.
—
